SELINGKUH PENUH RANGSANGAN BAGIAN 14 FINAL
"Aldi?" panggil Mila begitu dia masuk ke dalam kamar hotel mereka. Dia lihat sebuah kertas notes di atas meja dan membacanya: "Hai honey – aku harus pergi ke kota untuk cari warnet, harus browsing buat bahan laporannya. Aku akan kembali saat makan malam. Love, Aldi"
Mila membiarkan notes tersebut jatuh ke atas lantai, lalu dia duduk di pinggir ranjang, pandangannya menerawang jauh, dia tak tahu harus berbuat apa. Dia merasa cemas dan tegang, dia merasa hampir gila. Tubuhnya berteriak padanya, merengek padanya, terus menerus mengingatkannya tentang kebutuhannya dan memohon padanya untuk sebuah penyaluran dan kepuasan. Dia berusaha semampunya untuk mengendalikan tubuhnya, tapi dia merasa pikiran dan hatinya telah kalah dalam pertempuran dengan tubuhnya sendiri.
Semua itu berawal dengan Bimo, di malam sebelum hari pernikahannya. Dia sudah tahu siapa Bimo sesungguhnya dan dia berjanji untuk tak bicara lagi dengan Bimo. Tapi semua rabaan dan sentuhannya pada tubuhnya, serta blowjob yang dia berikan padanya, telah memantikkan sepercik api pada gairah tubuhnya.
Semua jadi bertambah parah kemarin, saat dia bertemu Dende. Langsung saja Mila tertarik padanya. Pesona ketampanan yang kasar, tinggi kekar, kulitnya gelap oleh sengatan matahari dan air laut, tangannya kuat dan kapalan karena kerja beratnya, penuh dengan kepercayaan diri hingga terasa arogan. Tipe pria yang selalu menarik hati Mila. Meskipun Mila tahu pria seperti itu buruk baginya, tapi dia tak bisa mencegah untuk tertarik pada mereka.
Kemarin saat divng, Dende memanfaatkan setiap kesempatan yang dia dapat untuk menyentuhnya dan menggesekkan tubuh kekarnya pada tubuhnya. Ya, Dende telah membuatnya terangsang, tapi hanya sebatas itu saja. Namun kemudian, Dende berhasil menemuinya di club dan berikutnya, berhasil menyudutkannya di dinding. Berada begitu dekat dengannya membuat lutut Mila terasa lemas, tunduk pada rangsangannya karena terperangkap di antara jepitan dinding dan tubuh kekarnya. Lalu Dende mulai berbisik di telinganya dan mengingat panas nafas Dende yang menghembus leher dan di telinganya, mampu mengirimkan getaran birahi di s*****kangannya.
Kemudian Dende mulai mengelus pahanya, sebentar saja awalnya, menyentuh kulit pahanya sekilas saja. Percumbuan yang wajar, Mila meyakinkan dirinya, jarinya masih di bawah ujung rokku. Tapi kemudian Dende mulai bergerak naik, merayapi paha bagian dalamnya yang sensitif, semakin bertambah naik mendekati ujung roknya. Mila menghentikannya, mengingatkan Dende bahwa dia sudah menikah, bahkan dia angkat tangan kirinya untuk menunjukkan cincin pernikahannya. Tapi Dende cuma tertawa dan jarinya terus mendaki menaiki pahanya. Tangannya berhenti di balik roknya dan Mila merasa lumpuh tanpa daya, kepalanya menyuruhnya untuk lari, tapi tubuhnya telah terbakar dan mendambakan lebih banyak lagi sentuhan Dende.
Dende menekan ereksi di s*****kangannya ke tubuh Mila, tubuhnya terus bergerak naik di dalam roknya dan di telinganya Dende merayunya untuk ikut bersamanya ke ruang belakang. Tubuhnya bertarung melawan akal sehatnya, merengek dan memohon untuk menuruti ajakan Dende. Dia tak tahu apa yang akan dia lakukan, jika saja tak ada pasangan yang tengah berdansa itu menabrak tubuh Dende. Gangguan tersebut kelihatannya mengembalikan kesadaran Mila dan dia kembali ke Aldi secepat yang dia bisa.
Tapi kemudian Aldi harus kerja hari ini dan dia memaksanya untuk pergi diving dengan Dende. Begitu mereka bertemu pagi tadi, Dende meminta maaf dengan kejadian semalam, dia menjelaskan kalau dia pasti mabuk karena terlalu banyak minum tequila. Mila merasa cemas dengan maksud tersembunyi Dende, tapi dia terlihat begitu wajar dan perhatian, serta dia juga tak memakai speedo yang kemarin, hanya sebuah celana renang pendek yang longgar saja.
Perjalanan kapal berlangsung wajar saja, Dende tak berusaha merayu ataupun coba menyentuhnya. Tapi saat Mila duduk tepat di depan Dende, celana renangnya yang longgar membuat Mila bisa melihat dengan jelas paha Dende. Mila berusaha palingkan pandangannya, tapi itu terlalu menggoda untuk diacuhkan. Mila curi lirikan saat dia rasa Dende tak perhatikan. Apa yang dilihatnya, membuat s*****kangan Mila langsung terasa basah. Dende memiliki penis berukuran besar. Batangnya begitu panjang dan lembut, laksana seekor ular yang melata di pahanya. Tampak begitu lebar bagian pangkalnya dan kemudian semakin mengecil, tapi bagian kepalanya laksana kepala jamur yang besar. Mila tak mampu mencegah dengan pesona ukurannya dan bahkan itu sama sekali belum ereksi. Mila merasa bagaikan seorang wanita jalang yang mencermati ukuran kejantanan Dende dan dia marahi dirinya sendiri karena bertingkah bagaikan wanita binal yang diamuk birahi.
Saat mereka tiba di area kapal karam, Mila berharap dinginnya air dan indahnya pemandangan bawah laut akan membuatnya lupa apa yang ada dalam celana Dende. Tapi celana Dende sebenarnya bukanlah celana renang, hanya celana pendek biasa dan bahan kainnya cukup tipis. Begitu basah, celana tersebut menempel di kulitnya, hingga batangnya yang panjang dan gemuk tercetak jelas di celananya. Celana renang pendek itu sebenarnya jadi lebih mempertontonkan kejantanan Dende dibandingkan speedo kemarin, karena bahan speedo yang ketat membuat batangnya terlihat lebih kecil dari ukran yang sebenarnya.
Perjalanan balik ke resort jadi siksaan bagi Mila. Vaginanya berdenyut liar. Setelah Dende muncul dari dalam air, celananya yang basah melekat di tubuhnya layaknya kulit kedua. Dia duduk di depan Mila seperti sebelumnya, tubuhnya disuguhkan dengan bebas. Benak Mila jadi gila oleh nafsu setiap kali dia berusaha menghindar agar tak memandang tubuh Dende. "God, aku sungguh binal," dia rutuk dirinya sendiri, berusaha sembunyikan dari Dende efek yang dia beri padanya. Hormon kehamilannya yang bergejolak semakin membuatnya bertambah parah. Menyadari kalau dia baru saja menikah, juga hamil, begitu mendambakan Dende, membuatnya merasa seperti wanita murahan. Dia lilitkan handuk ke pinggangnya agar paling tidak Dende tak bisa melihat betapa basah s*****kangannya.
"Kamu mau makan siang denganku?" tanya Dende saat dia bantu Mila turun dari kapal. Mila gelengkan kepala menolak, tak mengucapkan sepatah katapun karena dia takut suaranya akan terdengar gemetar dan membuka kelemahannya di hadapan Dende. Mungkin saja tubuhnya menginginkan Dende tapi dia masih bisa mengontrol kepala dan hatinya dan dia sudah menetapkan hati untuk tak akan lagi menghianati Aldi.
Dia bergegas menuju kamarnya, berharap mendapat seks di siang hari untuk melepaskan birahinya. Tubuhnya butuh kepuasan. Tapi Aldi tak ada dan baru akan kembali hingga makan malam nanti.
Masih dududk di pinggir ranjang, Mila taruh kepalanya dalam tangannya, air mata frustrasi seksual mulai mengaburkan matanya. Dia telah lakukan apa yang dia bisa. Dia naik ke atas ranjang dan dengan satu tangan masih menutupi matanya, dia turunkan tangannya yang satu lagi masuk ke dalam bikini bawahnya. Jarinya menyentuh kelentitnya dan hampir saja sengatan rasa nikmat membuatnya memekik. Dia buka pahanya lebar saat jarinya mulai menggesek kelentitnya dengan gerakan melingkar, ombak orgasmenya datang dengan cepat.
Aldi saksikan pengantin barunya bermasturbasi dari kegelapan almari pakaian. Dia merasa lega sekaligus kecewa mendapati Mila masuk ke kamar hotel hanya seorang diri. Bagian gelap dirinya berharap Mila bersama Dende di atas ranjang. Tak diragukan, Dende sudah membuat Mila birahi dan Dendelah alasan Mila melakukan masturbasi di tengah hari. Sama sekali tiada ragu Mila tengah membayangkan Dende saat dia memuaskan dirinya sendiri. Pikiran itu membuat batang penis Aldi berdenyut.
Tubuh Mila mengejang, punggungnya melengkung naik, jari kakinya menekuk ke dalam matras dan dia mendesah panjang saat ombak orgasme menghantam tubuh mungilnya yang lentur. Namun s***** beberapa saat berusaha mengatur nafasnya, Mila memukul ranjang dengan tangannya dan menangis frustrasi. Orgasme yang dia dapat bisa sedikit menolong, tapi apa yang diinginkan tubuhnya adalah sebuah persetubuhan yang selayaknya, sebuah kepuasan sejati yang hanya bisa diraih dari sebatang penis besar dan keras.
"Tadi itu sangat indah," sebuah suara terdengar dari arah pintu.
"Oh my god!" teriak Mila begitu dia lihat ternyata itu adalah Dende. Dengan panik dia tutupi tubuhnya dengan selimut. "Apa yang kamu lakukan di sini? Bagaimana kamu bisa masuk?"
"Kamu nggak kunci pintunya," jawab Dende ringan, senyuman bejat tersungging di wajahnya. Dia m*****kah mendekati ranjang. "Sangat indah, yang tadi. Nggak ada yang lebih sexy dibandingkan seorang wanita yang bermain dengan tubuhnya."
"Kamu harus keluar," kata Mila panik, perasaannya bercampur antara takut dan mengharap. "Aku sudah menikah, kamu nggak boleh di sini."
"Kurasa kamu butuh yang lebih," ucap Dende, tak mengacuhkan ucapan Mila. Dia buka celananya dan membiarkannya jatuh ke kakinya.
"Oh god," Mila tercekat, matanya terbelalak lebar menatap batang penis Dende yang besar, ereksi dengan sempurna. Dende tertawa kecil, dia tak kaget dengan reaksi wanita dengan tubuhnya. Batang penisnya lebih keras dari biasanya sekarang ini. Dia suka menikmati keindahan tubuh wanita yang sudah bersuami. Dia suka menyetubuhi isteri orang. Ada sensasi tersendiri saat merayu dan menaklukkan isteri orang. Tapi Mila adalah seorang pengantin baru, yang sedang berbulan madu. Dan dia adalah wanita tercantik dan paling sexy dibandingkan dengan semua wanita yang pernah dia nikmati. Penaklukannya kali ini akan dia ingat dalam waktu yang sangat lama.
Mila tak melawan saat Dende menyingkapkan selimut yang menutupi tubuhnya. Dia tak melawan saat Dende melucuti bikininya, ataupun saat dia pentangkan pahanya lebar. Dia tak menolak saat batang penis Dende menembus tubuhnya. Dia tak menolak saat Dende menyetubuhinya dan menyemburkan spermanya di dalam rahimnya. Mila sudah tak memiliki perlawanan dalam dirinya lagi, tubuhnya telah memenangkan pertarungan dengan kepala dan hatinya.
Dan dari kegelapan di dalam almari pakaian, Aldi merekam adegan yang dimainkan Dende dengan pengantin barunya, satu tangan yang gemetar memegangi camcorder dan satu tangannya yang lain mengocok penisnya dengan cepat dan keras.
TAMAT
TERIMA KASIH TELAH MEMBACA CERITA INI
SEMUA YANG DI CERITA DI SINI HANYA MEMBERIKAN SEBUAH SENSASI BELAKA BUKAN UNTUK MERUSAK NAMA BAIK SESEORANG ATAU PUN HAL YANG DAPAT MERUGIKAN ORANG LAIN