SELINGKUH PENUH RANGSANGAN BAGIAN 8
Jacques menutup pintu kamar 403 dan langsung merengkuh Mila ke dalam pelukannya. Mila merasa bersalah memikirkan tunangannya Aldi. Ini adalah hari ulang tahunnya, tapi bukannya merayakan bersamanya, dia malah akan menyerahkan dirinya pada pria lain. Tapi semua pikiran tersebut segera musnah kala Jacques melumat bibirnya, dengan penuh gairah menjelajah mulutnya dengan lidahnya.
Mila sudah memututuskan untuk tidur dengan Jacques ketika dia meninggalkan bar bersamanya. Meskipun sebelum pergi ke bar, gejolak birahi Mila sudah memuncak karena rasa frustrasi seksualnya, Jacques yang mencumbunya dengan jemari hingga hampir membuatnya orgasme di bar tadi, semakin menyirami kobaran apinya dengan bensin saja. Perasaan bersalahnya akan dia pikir lagi nanti. Sekarang, dia butuh Jacques untuk memadamkan kobaran api dalam tubuhnya.
Jacques menggapai ke belakang tubuh Mila untuk menurunkan resleiting gaunnya. Mila hampir melompat mundur secara refleks saat Jacques menurunkan spaghetti straps dari bahunya, tapi kemudian dia membiarkan gaunnya jatuh begitu saja ke atas lantai. Dia merasa jengah saat Jacques m*****kah mundur dan dengan ekspresi lapar memandangi lekuk tubuhnya. "My god Mila, you're perfect," ucapnya kagum. Lalu kembali Jacques memeluknya, sepasang bibir menempel rapat, tangan Jacques menangkup buah dadanya yang kecil namun kencang sempurna. Mila merasakan gundukan besar di celana Jacques menekan keras perutnya.
Jacques mendorong Mila ke atas ranjang dengan lembut. Dengan cepat dia lucuti pakaiannya sendiri, sebuah senyum penuh keyakinan diri terkembang di wajahnya. Dia miliki tubuh yang tegap dan kekar. Jantung Mila semakin berdetak kencang saat Jacques mulai menurunkan celana dalamnya. Celana dalam itu sudah terlihat menggembung besar, tapi tetap saja membuat Mila jadi menahan nafasnya saat Jacques mulai menurunkan celana dalamnya hingga paha. Mila nyaris terpekik saat dia melihat batang penisnya. Batang penis tergemuk yang pernah dia lihat. Mungkin tak sepanjang milik Bimo, tapi tetap lumayan panjang dan begitu besar. Dan Jacques tidak disunat, sesuatu yang belum pernah dia rasakan. Mila merinding penuh gairah menyaksikannya dan kemudian dia jadi tersipu saat tahu Jacques memperhatikannya dengan tersenyum.
Jacques menyusul Mila ke atas ranjang dan tehnik yang dia miliki sungguh mengagumkan. Dia habiskan seluruh waktunya menjelajahi seluruh area rangsangan yang ada di sekujur tubuh Mila. Bibir Jacques begitu lembut dan dia begitu ahli dalam berciuman. Jacques membuatnya jadi liar saat lidahnya mencumbu telinga dan celah pantatnya. Tubuhnya telah terbakar hebat kala akhirnya Jacques bermuara di vaginanya. Mila selalu menjaga bibir vagina hingga lubang anusnya bersih tak berambut, hanya menyisakan rambut tipis yang tercukur rapi di atas vaginanya. Jacques menjilati kulit lembut tanpa rambut yang super sensitif di antara lubang anus dan vagina Mila, yang membuat jiwa Mila seakan keluar dari r****ya.
Saat akhirnya lidah Jacques menyentuh bibir vaginanya, Mila merasa dia akan pingsan saja. Jacques menjilatinya naik dan turun, berulang-ulang, setiap kali lidahnya hanya sedikit menggoda kelentit Mila. Jacques menggodanya begitu yang terasa tanpa ujung. Hingga Mila melepaskan jerit erangan birahi penuh kepuasan saat akhirnya Jacques bergerak naik menindih tubuhnya.
Batang penisnya yang begitu gemuk, walaupun Mila telah begitu basahnya melebihi yang pernah dia alami, tetap saja membutuhkan beberapa menit nan panjang bagi Jacques untuk bisa membenamkan batang penisnya seutuhnya. Tapi selanjutnya, Jacques berubah layaknya binatang liar. Dia sodokkan batang besarnya, membuat tubuh mungil Mila seakan tenggelam ke dalam ranjang. Orgasme pertama Mila datang dengan cepatnya dan itu terasa tanpa jeda. Dalam beberapa menit lamanya, ombak kenikmatan orgasme menyapu sekujur tubuhnya.
Jacques mempunyai stamina yang menakjubkan. Namun pada akhirnya, Mila dapat merasakan Jacques sudah berada di ambang batasnya juga. Tubuh kekarnya berubah mengejang dan batang penisnya terasa semakin bertambah besar dan keras saja. Dengan sisa kendali dirinya yang tersisa, Mila berkata, "Jacques... ini bukan waktu yang aman buatku... keluarkan di luar, okay?"
Jacques sudah terlalu jauh tersesat dalam kungkungan birahi untuk meresponnya. Dia terus mengocok dengan keras dan cepat, semakin bertambah dekat di ambang batas pelepasannya dan menyemburkan sperma sehatnya di rahim subur Mila.
Mila tak bisa membiarkannya. Sekarang adalah periode paling suburnya. "Keluarkan di mulutku, Jacques," desaknya. "Aku ingin merasakanmu. Aku ingin menelan semua milikmu."
Jacques tetap tak menjawab. Dia terlihat seperti kerasukan, kedua matanya terpejam begitu rapat. Mila merasakan tubuh Jacques mengejang, dia sadar kalau Jacques akan keluar sebentar lagi. "Keluarkan di wajahku, Jacques!" desaknya panik, berusaha sebisanya agar Jacques mencabutnya. "I want you to fuck my face, keluarkan di wajahku, aku ingin, please, cabut dan keluarkan di wajah dan rambutku, please!"
Tapi itu tak berhasil. Dengan geraman keras, tubuh kekar Jacques mengejang dan dia mulai ejakulasi. "TIDAK JACQUES JANGAN!" Mila berteriak saat dia rasakan semburan pertama dari sperma Jacques menembaknya. "JANGAN JACQUES CABUT! CABUT!" dia teriak dengan panik.
Teriakan Mila memecahkan kerasukan birahi Jacques. Dia terlihat kaget dan tersadar, dia cabut keluar, tapi semua sudah terlambat.
"Oh tidak, oh tidak," ratap Mila, menyadari Jacques telah terlanjur menumpahkan sperma yang subur dalam rahimnya sebelum dia mencabutnya. Seakan menguatkan hal itu, sperma Jacque meleleh keluar dari pangkal pahanya saat Mila bergegas menuju kamar mandi. Dengan cepat dia langsung mandi dan berusaha sebisanya untuk membersihkan sperma Jacques dari dalam vaginanya. Tapi tetap saja dia tak bisa membersihkan semuanya, Jacques menyemburkan spermanya begitu banyaknya.
Keesokan sorenya, Mila menunggu Aldi pulang dari perjalanan bisnisnya dengan cemas. Dia kenakan bustier hadiah Valentine (yang telah dia bersihkan setelah kejadian dengan Bimo waktu lalu), stockings dan stiletto heels. Setelah apa yang terjadi dengan Jacques malam sebelumnya, dia butuh agar tunangannya bercinta dengannya serta membuatnya keluar di dalam.
Mila langsung menyeret Aldi ke kamar begitu dia pulang. "Ada acara apa nih?" tanya Aldi saat dia elus bahan sutera dari bustiernya, dia remas buah dada tunangannya yang mempesona.
"Aku sangat merindukanmu," bisik Mila di telinganya saat dia bimbing Aldi memasuki tubuhnya.
"Kondomnya gimana?" tanya Aldi.
"Nggak usah pedulikan itu," Mila meyakinkannya.
"Tapi sekarang masa suburmu."
"Nggak apa-apa, kita akan segera menikah sebentar lagi."
Aldi sudah sangat ereksi, tapi Mila khawatir dia akan langsung melemas seperti yang terjadi belakangan ini. Dia gesekkan pahanya di paha Aldi, dia tahu kalau tunangannya suka sensasi dari bahan sutera dari stockingnya. Lalu dia tekan ujung stiletto heels yang dia pakai pada bagian belakang paha Aldi hingga membekas, karena dia tahu betul kalau tunangannya ini suka hal itu. Saat Aldi mulai hampir ejakulasi, dia kaitkan kedua lengan dan pahanya melingkari tubuh Aldi, memastikan Aldi akan berejakulasi di dalam tubuhnya.
Aldi mencabut penisnya lalu pergi ke kamar mandi. Setelah pintunya ditutup, Mila menggapai ke bawah dan meraba bibir vaginanya. Seperti yang dia takutkan, Aldi tak begitu banyak keluarkan sperma, seperti biasanya.
Dua minggu kemudian, Mila pulang dari toko obat. Dengan gugup menjinjing sebuah tas kecil dari kertas, dia menuju kamar mandi. Dengan penuh rasa takut, dia lakukan test dua kali, tapi dia sudah tahu apa hasilnya.
Dia keluar dari kamar mandi dan menjumpai Aldi yang sedang duduk di kursi dapur, membaca koran. Dia membungkuk, mengalungkan lengannya ke leher Aldi.
"Honey?" tanyanya ragu.
Aldi memandang dari balik koran, ke wajah tunangannya yang cantik. Mila terlihat mau menangis. "Ada apa, Mil?"
Mila tunjukkan alat test kehamilanya. "Aku hamil," ucapnya, air mata menetes di pipinya.
Wajah Aldi berubah girang dan alangsung dia peluk tubuh tunangannya. "Oh honey, ini kabar yang hebat! Jangan menangis, kita akan menikah bulan depan, nggak ada seorangpun yang akan tahu. Aku pria paling beruntung di muka bumi. Aku akan menikah dengan wanita terhebat, tercantik di muka bumi dan kita akan punya bayi."
Mila paksakan sebuah senyuman dan balas memeluk Aldi. Dia sangat mencintai Aldi. "Kumohon Tuhan," dia berdo’a dalam hati. "Jadikan ini bayinya." Tapi dia teringat betapa banyak Jacques tumpahkan sperma dalam rahimnya, jauh lebih banyak dibandingkan milik Aldi. Dia teringat betapa dalamJacques memasuki tubuhnya, jauh lebih dalam dibanding batang penis Aldi yang kecil mampu menjangkau. Dan Aldi bercinta dengannya sehari setelahnya.
0 komentar:
Posting Komentar