SELINGKUH PENUH RANGSANGAN BAGIAN 13
Permainan cinta mereka malam itu berlangsung begitu penuh gelora, tapi hanya berlangsung singkat. Begitu bergairahnya Aldi hingga hanya dalam beberapa kali sodokan saja, dia langsung keluar.
Paginya, kegelisahan dan perasaan sakit serta cemburu kembali hadir. Tapi begitu Aldi memikirkan bagaimana Dende merayu isterinya di lantai dansa kemarin malam dan di manakah sebenarnya tangan Dende berada dan apa yang sebenarnya sudah dilakukan mereka, membuat birahi Aldi langsung bangkit kembali. Dia cek emailnya. Bossnya butuh laporan, tapi sebenarnya mudah saja kalau dia suruh sekretarisnya mengerjakan itu. Tapi kemudian dia memikirkan tentang Dende lagi dan apa yang dikatakan sang resepsionis: " Dengarkan saranku, tuan, jaga isteri anda jangan dekat-dekat dengan Dende. Dia suka... dia suka dengan isteri orang, wanita yang sudah bersuami, anda paham maksud saya kan?"
Dengan hati serasa ada di tenggorokannya, Aldi teriak pada pengantin barunya. "Honey, bossku menyuruhku menyiapkan laporan hari ini."
"Oh tidak," jawab Mila, dia kalungkan lengannya di leher Aldi. "Ini kan bulan madu kita. Butuh berapa lama menyelesaikan laporanmu?"
"Hanya aku yang bisa membuat laporannya, karena ini di tanggung jawabku," dusta Aldi. "Paling tidak aku bisa menyelesaikannya sampai sore."
Mila tampak kecewa dan Aldi melihat kesempatannya. "Hey, aku punya ide," ucapnya dengan nada gembira. "Kelihatannya kamu sangat suka diving kemarin. Kenapa nggak kamu hubungi instruktur selam... siapa namanya, Dende? Dia bisa memberimu tur lagi hari ini."
"Aku nggak tahu," jawab Mila ragu, dia palingkan pandangannya untuk menghindari mata Aldi. "Aku nggak yakin apa aku suka dengannya."
"Oh ayolah, dia hebat dan kemarin dia bilang ada bangkai kapal tenggelam di suatu tempat. Mungkin saja ada pemandangan yang cantik di sana, dia bisa memperlihatkannya padamu."
"Tapi, aku nggak tahu..." jawab Mila bimbang, tapi Aldi rasa dia menangkap sedikit kegembiraan dalam suara isterinya.
"Honey, aku bisa selesaikan laporannya lebih cepat kalau nggak ada kamu di sini. Bersiaplah sana dan hubungi toko alat selamnya dan atur turnya."
*****
Mila keluar dari dalam kamar tidur beberapa menit kemudian. Aldi perhatikan kalau isterinya menyisir rambutnya dan bahkan memakai makeup. Dia juga mencium bau parfum. Isterinya memilih bikini stringnya yang paling minim untuk dipakai sekarang. Semua bikini yang dibeli Mila untuk bulan madunya banyak memamerkan kemulusan tubuhnya, Tapi yang ini, bagian atas berbentuk segitiga yang menutup buah dadanya berukuran lebih kecil. Bikini tersebut lebih cocok untuk dipakai berjemur di pinggir kolam, bukannya untuk pergi menyelam.
Aldi pura-pura tak perhatikan bagaimana Mila mendandani dirinya. Dia arahkan matanya terus fokus pada layar komputernya, pura-pura terus kerja. Mila sendiri, bergegas melewati ruangan itu, terlihat berharap suaminya tak perhatikan bagaimana dia berdandan.
Aldi keluarkan teropongnya dan mengamati Dende membantu Mila naik ke atas kapalnya. Tampaknya, mereka harus berlayar ke kapal yang tenggelam terlebih dulu. Dende bertelanjang dada, tapi dia tak memakai speedo, melainkan sebuah celana pendek yang longgar.
Empat jam ke depan bagaikan sebuah siksaan bagi Aldi. Dia tak bisa hentikan membayangkan apa yang mungkin dilakukan Dende terhadap pengantin barunya. Apa Dende menciumnya, sekarang ini? Apa dia sedang meremas buah dada isterinya? Apa dia sedang menyetubuhinya? Atau mungkin batang penisnya sudah terbenam dalam vagina Mila, dan sekarang berada dalam kuluman mulut Mila, untuk dibuat ereksi lagi agar bisa disodokkan dalam vagina pengantin barunya sekali lagi.
Aldi mengocok dengan cepat. Dia sudah ejakulasi dan kemudian rasa menyesal serta bersalah hinggap di hatinya. Lalu saat dia memikirkan apa yang mungkin tengah dilakukan Dende dengan Mila (atau menonton video Mila dengan Bimo atau Mila dengan Jacques, atau tentang bekas cacat di stocking Mila pada hari pernikahan mereka, atau bau sperma pada bustier pengantinnya), dan gairahnyapun langsung meninggi dan dia kembali bermasturbasi lagi.
Sekitar pukul 1, Aldi melihat kapal mereka kembali. Dende membantu Mila turun dari kapal dan mengatakan sesuatu pada Mila. Mila menggelengkan kepala menolak, lalu mulai m*****kah kembali ke kamar hotel mereka.
Aldi Berpikir sejenak, lalu dia membuat keputusan. Dengan cepat dia menulis dalam selembar notes dan meninggalkannya di atas meja. Dia sambar camcordernya kemudian bersembunyi di dalam almari pakaian, dengan memastikan menyisakan sedikit celah di pintu agar dia bisa mendapatkan pandangan dari ranjang sepenuhnya.
0 komentar:
Posting Komentar