SELINGKUH PENUH RANGSANGAN BAGIAN 12
Antrian masuk ke Baja Salsa sangatlah panjang, tapi itu karena malam ini adalah ladies’ night (Aldi baru tahu kemudian ternyata di sana memang selalu ladies' night), jadi mereka diantarkan hingga ke bagian depan antrian. Puluhan kepala menoleh saat mereka masuk. Mila terlihat begitu menawan, mengenakan sebuah sundress sederhana. Dengan bagian atas ditopang dengan spaghetti straps yang tipis dan bagian bawah hanya sampai di pertengahan paha. Penampilannya disempurnakan dengan sepasang ankle strap high heels membungkus kakinya. Di balik gaunnya dia pakai strapless bra dan celana dalam sutera berenda.
Mereka dapat sebuah meja dan tiba-tiba saja seorang pria mendatangi mereka dan meminta Mila untuk berdansa. Beberapa saat setelah dia menolak, ada seorang pria lagi yang mengajak. "Aku nggak percaya gimana beraninya para pria di sini," ucapnya pada Aldi seusai dia tolak ajakan pria kedua tadi. "Maksudku, aku pakai cincin kawin dan kamu ada di sampingku."
Aldi juga merasa terganggu, tapi juga penasaran. Dia angkat bahu dan setelah mempelajari daftar menu selama beberapa saat, merekapun memesan makanan.
Lalu, secara berturut-turut, ada dua lagi pria yang mengajak Mila berdansa. Aldi dan Mila tertawa dengan kekonyolan tersebut. Kemudian sebelum seorang pria lagi yang datang dan berkata untuk mengajak isterinya berdansa, Aldi tertawa lagi. "Lebih baik kamu meng-iya-kan saja, honey. Kurasa mereka nggak akan berhenti mengajakmu sampai kamu berdansa dengan salah satu dari mereka."
Mila juga tertawa dan mengikuti pria tersebut ke lantai dansa. Aldi menyaksikan mereka berdansa dalam irama lagu yang cepat. Lalu sebuah lagu bertempo lambat mulai diputar dan pria itu membisikkan sesuatu ke telinga Mila. Mila gelengkan kepala dan kembali ke mejanya.
"Apa yang dia bisikkan?" tanya Aldi.
"Dia mengajakku berdansa dengan lagu slow ini, tapi kubilang aku harus kembali ke sampingmu."
Saat mereka menunggu pesanannya datang, Aldi dan Mila turun ke lantai dansa saat lagunya berganti dengan tempo cepat lagi, disambung dengan sebuah lagu slow berikutnya. Baru saja mereka duduk kembali di meja mereka, pesanan mereka datang. Kondisi kehamilan Mila saat ini membuatnya tak begitu berselera makan. Sebenarnya dia merasa lebih banyak bergerak lebih baik bagi dirinya dari pada hanya duduk saja. Lalu, saat ada seorang pria lagi yang mengajaknya berdansa, Aldi berkata, "Turun saja honey, aku akan nikmati makanannya dulu."
Aldi saksikan mereka berdansa dalam irama lagu yang tinggi dan disambung dengan lagu berikutnya. Sedikit demi sedikit mereka hilang dalam keramaian lantai dansa. Beberapa lagu berikutnya berlalu dan Mila masih belum kembali ke meja mereka. Merasa curiga, Aldi bangkit dan m*****kah menuju kerumunan di lantai dansa. Akhirnya dia temukan Mila. Dia sedang berdansa dengan seorang pria, tapi bukan dengan pria yang mengajaknya tadi. Kerongkongan Aldi berubah kering saat dia tahu bahwa ternyata pria yang tengah berdansa dengan Mila tersebut adalah Dende.
Lagunya bertempo cepat, tapi Mila dan Dende berdansa dengan tempo lambat. Tubuh mereka begitu dekat, nyaris bersentuhan. Keduanya terlihat begitu asik mengobrol, bicara di telinga satu sama lain agar dapat terdengar di tengah kerasnya suara musik dan keramaian. "Mungkin mereka hanya ngobrol tentang diving tadi siang," pikir Aldi.
Lalu Aldi perhatikan jari Dende bergerak menyusuri salah satu spaghetti straps Mila. Mila menghentikannya begitu jari Dende mulai mendekati tonjolan buah dadanya. Mila gelengkan kepalanya menolak dan Dende hanya tertawa. Dende lingkarkan lengannya di pinggang Mila dan mulai menuntunnya ke bagian belakang club tersebut. Mila menghentikannya dan menanyakan sesuatu. Jawaban Dende tampak menenangkan Mila, karena dia membiarkan saja saat Dende menuntunnya menuju ke belakang club tersebut.
Aldi membuntuti, dengan berhati-hati berusaha agar selalu berada di belakang kerumunan orang agar tak terpergok. Mereka berhenti di salah satu dinding ruangan dan kelihatannya Mila mengira mereka hanya akan berdiri di depan dinding tersebut untuk melihat keramaian orang-orang sejenak. Ternyata, Dende berusaha memposisikan agar Mila bersandar di tdinding dan dia berdiri di depannya, tubuh mereka nyaris bersentuhan. Dende rendahkan kepalanya mendekati Mila. Tampak Dende berbisik di telinga Mila. S***** beberapa saat, Mila mulai gelisah. Dia terlihat bicara dengan keras pada Dende dan Mila mengangkat tangan kirinya, menunjukkan cincin kawin mereka. Dende tertawa dan dia kembali menunduk dan berbisik di telinga Mila. Mila mulai telihat risau lagi dan raut wajahnya terlihat panik, seperti seekor rusa yang kena sorot lampu mobil. Aldi menerka-nerka apa yang sedang terjadi dan kemudian dia menyadari kalau dia tak bisa melihat tangan Dende karena terhalang oleh tubuh Mila.
Tepat di saat itu, ada pasangan yang sedang berdansa dengan tak sengaja menabrak Dende, hingga mendorong tubuhnya ke samping. Mila terlihat seolah tersadarkan diri dan dengan cepat dia m*****kah pergi. Aldi bergegas membelah keramain orang agar sampai lebih dulu ke meja mereka.
"Hai honey, dari mana saja kamu?" tanya Aldi. "Aku sudah mulai cemas."
"Maafkan aku," jawab Mila, pipinya tampak merona merah. "Aku suka dengan musiknya, kelihatannya aku jadi lupa waktu."
Aldi perhatikan kalau isterinya tak menyinggung telah bertemu Dende, hatinya terasa cemburu dan juga gairah gelapnya terasa bangkit. Dia yakin melihat puting isterinya mengeras, meskipun di balik bra dan sun dressnya. Dia membayangkan apakah celana dalam isterinya sudah basah sekarang. Dia yakin kalau itu sangatlah mungkin. Bayangan tersebut membuat benaknya penuh berselubung gairah gelap.
0 komentar:
Posting Komentar